Minggu, 28 Oktober 2012

Pemilihan Ta'mirul Masjid Al Hasaniyah

Setiap Masjid tentu mempunyai pengurus atau Ta'mirul Masjid.
Sebagai masjid yang baru dibangun Masjid Al Hasaniyah belum mempunyai susunan Ta'mirul.
Untuk itu pada hari Sabtu tanggal 27 oktober 2012 ba'da Isya dilakukan rapat.
Maksud diadakan rapat adalah untuk memilih dan membentuk Ta'mirul Masjid Alhasaniyah.

Hadir dalam rapat tersebut jamaah Masjid baik yang dekat ataupun yang jauh.
Semua antusias mengikuti rapat yang akan memilih ketua Ta'mirul dan pengurus lainnya.
Pemilihan pertama adalah untuk memilih Ketua Ta'mirul Masjid.
Lima orang dicalonkan untuk menjadi ketua, masing - masing adalah :
1. Riman Djali.
2. Latif Djafar.
3. Roni Puluhulawa.
4. Herman Yunus.
5. Sarif Puloli.

Setelah dilakukan pemungutan suara secara tertutup lewat kertas, maka yang terpilih menjadi ketua adalah Riman Djali dengan perolehan 37 suara.
Sarif Puloli memdapat 5 suara, Roni Puluhu;awa memperoleh 1 suaara.
Sementara Latif Djafar dan Herman Yunus tidak memperoleh suara.

Dengan demikian maka secara mutlak yang terpilih sebagai ketua Ta'mirul adalah Riman Djali.
Setelah itu dilakukan pemilihan untuk posisi sebagai wakil ketua, sekretaris, bendahara dan seksi - seksi.


Jumat, 26 Oktober 2012

Masjid Al Hasaniyah Mengadakan Pemotongan Hewan Kurban

Setiap hari raya Idul Adha tentu selalu dilaksanakan pemotongan hewan kurban.
Baik itu di Masjid - masjid ataupun dilaksanakan oleh perongan yang sudah mampu.
Di Masjid Al Hsaniyah juga melaksanakan pemotongan hewan kurban.
Ada 2 ekor sapi yang di sumbangkan masyarakat untuk di sembelih disini.

Syukurlah walaupun Masjid ini baru di fungsikan tapi sudah bisa melaksanakan kurban.
Hal ini tidak lepas dari peran serta masyarakat yang ingin memaakmurkan masjid dan jamaahnya.
Juga merupakan bentuk dukungan dan kepercayaan masyarakat kepada panitia Masjid.

Walaupun hanya 2 ekor sapi tapi sudah memadai untuk dibagikan kepada masyarakat sekitarnya yang membutuhkan.
Karena disekitar desa ini ada 4 Masjid yang berdekatan dan masing - masing mengadakan pemotongan hewan kurban.
Maka rasanya tentu mencukupi untuk dibagikan kepada masyarakat.
Lagipula antar Masjid sudah ada koordinasi siapa - ssiapa saja yang akan di beri dari masing - masing










Sholat Idul Adha 1433 Hijriah

Hari Raya Idul Adha 1433 Hijriah telah tiba.
Serentak disegala penjuru dunia manapun, umat Islam melaksanakan sholat Ied berjamaah.
Baik itu di Masjid maupun di lapangan.

Demikian juga di desa kami desa Bongopini, khususnya jamaah Masjid Al Hasaniyah.
Dengan selesainya pembangunan Masjid, maka masyarakat yang terdekat melaksanakan sholat Ied disini.
Di desa Bongopini sendiri ada 4 Masjid.
Masjid Ar Redha adalah masjid pertama dan tertua di desa ini.
Selanjutnya ada Masjid Al Rahman dan Masjid Al Kahfi.

Jadi Masjid Al  Hasaniyah adalah Masjid terbaru di desa ini.
Masjid Al Kahfi dulu adalah bagian dari desa Bongopini.
Tapi dengan adanya pemekaran desa dan Masjid tersebut masuk ke wilayah desa Bongohulawa.
Dengan demikian maka Masjid Al Hasaniyah merupakan Masjid ke 3 di desa Bongopini.

Masyarakat yang terdekat dengan Masjid berbondong - bondong memadati Masjid Al Hasaniyah.
Baik yang tua maupun yang muda, semua datang dengan semangat ibadah.
Semua melupakan kesibukan demi mememuhi panggilan Ilahi.
Syukurlah daya tampung Masjid yang kecil ini masih memadai bagi semua jamaah.
Walaupun sampai meluber ke serambi Masjid.
Tapi sudah di siapkan alas dan tenda sehingga pelaksanaan sholat Idul Adha berlangsung dengan khikmat.









Rabu, 24 Oktober 2012

Doa Dan Dzikir Mengawali Penggunaan Masjid

Rabu tanggal 24 Oktober 2012, Masjid Alhasaniyah mulai di fungsikan untuk sholat berjamaah.
Sebelumnya dilakukan doa selamat oleh Bapak Ustad.
Lalu dilanjutkan dengan sholat Ashar berjamaah.

Sesudah itu dilanjutkan dengan dzikir bersama oleh anak - anak pengajian Miftahul Khairat.
Dzikir bersama berlangsung sampai sesudah sholat Isya dan hanya istirahat saat sholat Magrib.
Acara dzikir bersama dipimpin langsung oleh pengasuh taman pengajian Habib Jafar Al Habsyi.

Masyarakat jamaah Masjid juga ikut dalam acara dzikir bersama.
Semua dengan khusuk mengikuti jalannya acara.
Mereka merasa bersyukur dan bahagia sebab Masjid yang mereka bangun dengan bergotong royong akhirnya bisa digunakan walau masih banyak yang harus dibenahi.
Peletakan batu pertama Masjid ini adalah tanggal 31 Mei 2012.
Berarti hanya dalam waktu 4 bulan saja masyarakat bisa membangun Masjid ini.

Suatu usaha yang bisa dibanggakan walaupun bangunan Masjid ini ukurannya tidak besar.
Namun yang patut diapresiasi adalah semangat kebersamaan masyarakat dalam usaha mewujudkannya.
Semua bahu membahu menyumbangkan materi, tenaga dan pikiran demi pembangunan Masjid ini.








Minggu, 14 Oktober 2012

Kumpulkan Koin Untuk Instalasi Listrik Masjid


Kurang lebih seminggu lagi menjelang hariraya Idul Adha 1433 Hijriah.
Masyarakat dan segenap panitia berharap Masjid sudah bisa digunakan saat sholat Idul Adha nanti.
Tapi masih banyak pekerjaan yang harus diselasaikan.

Untuk lantai yang belum dipasangi keramik sudah di alasi dengan plastik.
Jendela juga sudah di pasangi gorden hasil urunan dari sumbangan masyarakat.
Ternyata yang belum terpasang adalah instalasi kabel beserta lampunya.
Sedangkan hasil sumbangan yang masuk sudah dibelanjakan pada item yang lainnya.

Akhirnya ada dari anggota masyarakat yang datang membawa celengan.
Tidak tahu apakah itu celengannya ataukah celengan anaknya.
Dibukanya kotak celengan yang isinya kebanyakan koin tersebut.
Hasilnya tentu kurang dari besaran biaya yang dibutuhkan.

Melihat hal tersebut akhirnya banyak masyarakat lainnya yang pulang kerumah dan kembali dengan membawa celengan.
Bersama - sama mereka membuka dan menghitung isinya.
Syukurlah hasil dari kumpulan celengan itu mencukupi untuk mengerjaan dan pemasangan listrik untuk penerangan Masjid.

Senin, 08 Oktober 2012

Pemasangan Atap Masjid Selesai


Alhamdulillah.
Puji Syukur dipanjatkan ke Hadirat Allah swt.
Akhirnya pekerjaan pemasangan atap Masjid selesai juga.
Tahap terpenting dari pembangunan Masjid sudah dilaksanakan.
Karena dengan selesainya pemasangan dinding dan atap seng berarti sosok bangunan sudah nampak.

Walaupun masih banyak yang harus diteruskan pengerjaannya.
Seperti jendela dan pintu yang belum ada penutupnya.
Demikian juga dengan instalasi listrik yang belum terpasang.
Semua itu masih memerlukan biaya dan tenaga untuk mengerjakannya.

Diharapkan bahwa masjid sudah bisa di fungsikan saat hari raya  Idul 1433H nanti.
Makanya panitia pembangunan dibantu masyarakat berusaha mewujudkan harapan itu.
Setiap ada kegiatan masyarakat selalu terlibat langsung untuk membantu.
Hasilnya sekarang pemasangan atap selesai juga seperti yang diharapkan.