Selasa, 19 Juni 2012

Gotong Royong Bikin Batako Lagi

Hari Minggu 03 Juni 2012 yang lalu sudah dilakukan pembuatan batako tahap pertama.
Ada sekitar 250 buah batako yang sudah jadi dibuat.
Tapi hasilnya dirasa kurang bagus karena tidak  menggunakan cetakan yang standar.
Hal itu sudah dibahas pada rapat ke-3 antara panitia dan warga.
Rapat memang dijadwalkan untuk dilaksanakan tiap malam minggu.
Jadi hari minggu bisa langsung mengerjakan apa yang sudah dibahas pada rapat.

Pada rapat yang dilaksanakan Sabtu malam Minggu tanggal tanggal 16 Juni 2012 disepakati untuk melanjutkan pembuatan batako.
Pada malam itu juga masuk sumbangan semen 20 sak lebih.
Minggu pagi warga yang sudah sepakat untuk bekerja gotong royong sudah berkumpul.
Pembuatan batako dilanjutkan lagi.
Kebetulan ada cetakan batako yang standar yang didapat.
Jadi hasil batako yang dibikin pun lebih baik dari yang pertama kali.

Seharian penuh warga bergotong royong membuat batako.
Ada yang mengaduk campuran semen dan pasir.
Ada yang mengangkut hasil adukan semen dan pasir.
Ada yang membuat batako dengan cetakan yang tersedia.
Ada juga yang meratakan tanah tempat untuk meletakkan batako.
Kalau ada yang capek, yang lain siap menggantikan.
Semua bersemangat bekerja diiringi alunan lagu - lagu religius sound sistem.
Ibu - ibu dari sekitar lokasi mendukung dengan menyediakan makanan dan minuman secara gratis.

Sore hari barulah semua berhenti bekerja.
Hasilnya 10 kantong semen yang berhasil dikerjakan.
Satu kantong semen hasilnya 78 sampai 80 buah batako.
Jadi diperkirakan batako yang dihasilkan hari ini minimal 750 buah batako.
Ditambah dengan hasil pertama berarti sudah ada sekitar 1000 buah batako yang dibuat.












Kamis, 14 Juni 2012

Rapat ke 2 Membahas Timbunan Fondasi Masjid

Malam Minggu tanggal 09 Juni 2012 diadakan rapat ke 2.
Panitia pembangunan Masjid kembali mengundang warga sekitar untuk berdiskusi.
Masalah yang dibahas kali ini tidak berbeda jauh dengan rapat pertama.
Rapat dibuka dengan laporan ketua panitia tentang progress kerja yang sedang berjalan.


Minggu lalu sudah sempat dilakukan pembuatan batako.
Sudah selesai dibuat sekitar 250 buah batako.
Tapi belum dirasa maksimal karena bahannya yaitu semen dan pasir sudah hampir habis.
Lagi pula cetakan yang dipakai dirasa kurang sempurna.

Akhirnya pembicaraan mengarah pada masalah timbunan fondasi.
Ada yang mengusulkan timbunan dari galian kanal karena harganya murah.
Tapi mengingat tanahnya mengandung lumpur dan kurang baik jadi dicari alternatif yang lain.
Akhirnya disepakati untuk menggunakan pasir gunung yang padat.
Diperkirakan timbunan yang dibutuhkan sekitar 20 truck atau 60 metrik kubik.


Mengingat harganya yang agak mahal, maka di cari solusi untuk memangkas biaya.
Harga 1 truck pasir gunung sekitar Rp. 135.00.00 ( seratus tigapuluh limaribu rupiah ).
Itu harga untuk terima ditempat, kalau beli langsung ditambangnya bisa lebih murah.
Ada warga yang merelakan trucknya untuk angkutan secara gratis.
Jadi pasirnya saja yang akan dibeli dan dimuat serta bongkarnya warga yang akan membantu.
Dengan demikian biaya yang dibutuhkan bisa ditekan ke angka minimum.
Malam itu juga terkumpul sumbangan berupa uang dari warga yang akan digunakan untuk membeli pasir gunung untuk timbunan.


Besoknya hari Minggu masyarakat langsung melaksanakan kegiatan yang dimaksud.
Sebagian ikut truck memuat pasir gunung ditambangnya.
Yang lain menunggu dilokasi Masjid untuk membongkar muatan.
Warga terdekat ikut menyumbangkan makanan dan minuman alakadarnya untuk konsumsi bagi yang bekerja.
Alhamdulillah dalam waktu 5 hari tibunan fondasi masjid sudah penuh.
Saatnya untuk memikirkan pekerjaan yang lainnya lagi.




Jumat, 08 Juni 2012

Pembuatan Batako

Hari Minggu tanggal 03 Juni 2012 dilakukan percobaan pembuatan batako untuk pembangunan masjid.
Dikatakan percobaan karena masih mencari ukuran yang pasti berapa yang cocok.
Ini disebabkan kita tidak memakai cetakan yang standar.
Cetakan yang dipakai adalah cetakan bikinan sendiri disesuaikan dengan kebutuhan.
Setelah ukurannya dirasa cocok, pembuatan batako dilanjutkan.
Dan seperti yang tampak pada gambar dibawah inilah hasilnya.






Rapat Pembentukan Panitia Pembangunan Masjid

Masih tanggal 31 Mei 2012, pada malam harinya diadakan rapat kecil oleh warga.
Tujuan dilakukannya rapat adalah menyatukan visi masyarakat tentang pembangunan Masjid.
Juga untuk pembentukan panitia pembangunan Masjid sebagai penggerak utama organisasi yang akan menghimpun partisipasi masyrakat.

Dalam rapat tersebut terpilih sebagai ketua Panitia Pembangunan Masjid adalah Bapak Sarif Puloli.
Sebagai sekeretaris adalah Alimin S Takuwa, bendahara Uyun Limonu dan susunan pengurus sederhana.
Nantinya akan dilengkapi lagi dengan seksi - seksi yang akan ditindaklanjuti pada pertemuan berikutnya.

Selanjutnya materi rapat adalah tentang nama Masjid.
Disepakati dalam rapat nama masjid adalah Masjid Al Hasaniyah.
Hal ini adalah sebagai bentuk penghargaan kepada almarhum yang menghibahkan tanahnya sebagai lokasi pembangunan majid.
Namun hal ini masih mungkin untuk dapat berubah seandainya memang jamaah menghendaki.
Demikian hal - hal yang bisa disimpulkan pada rapat pertama tersebut.

Foto - Foto Pembangunan Fondasi Masjid Al Hasaniyah

Berikut ini adalah dokumentasi pembangunan peletakan Batu pertama dilanjutkan pembangunan fondasi Masjid Al Hasaniyah di Desa Bongopini, Kecamatan Tilongkabila, Kabupaten Bone Bolango, Provinsi Gorontalo.









Peletakan Batu Pertama Masjid Al Hasaniyah

Ahamdulillah, puji syukur dipanjatkan kepada Allah Swt.
Peletakan batu pertama pembangunan Masjid Al Hasaniyah sudah terlaksana pada tanggal 31 Mei 2012 yang lalu.
Pada hari itu juga dilanjutkan dengan penyelesaian pembuatan fondasi masjid.
Masyarakat disekitar lokasi pembangunan masjid bergotong royong ikut membantu.
Masjid ini dibangun di desa Bongopini, jalan Tapa - Suwawa dengan ukuran 8 X 10 meter.

Adapun lokasi pembangunan Masjid ini adalah diatas tanah wakaf keluarga almarhum Bapak Hasan T. Abubakar.
Turut hadir saat itu aparat desa Bongopini diwakili oleh Sekretaris Desa dan pegawai dari Kantor Urusan Agama.

Dengan dimulainya pembangunan fondasi Masjid ini diharapkan dapat segera dilanjutkan pada tahap selanjutnya.
Bantuan serta partisipasi masyarakat sangat diharapkan untuk mewujudkan hal ini, karena Masjid ini akan dinangun dengan dana swadaya dari masyarakat.